+62 22 4231280 +62811 2001 005
Pengumuman ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang Pendaftaran dan Seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (PPDS RSPPU) Periode I Tahun 2026 - 2027. Sehubungan dengan hal tersebut maka disampaikan informasi sebagai berikut: (selengkapnya silakan klik)
RS Mata Cicendo berkolaborasi dengan Gramedia resmi meluncurkan buku edukasi bertajuk di Gramedia Trans Studio Bandung tepat pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026. Karya literasi ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan orang tua mengenai gangguan penglihatan warna atau buta warna sejak usia dini. Buku ini ditulis Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes dan Dr. dr. Aaron Tigor Sihombing, Sp.U(K). Melalui pendekatan cerita yang ringan dan inspiratif, penulis berupaya memperkenalkan konsep perbedaan persepsi warna dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak.
Pada kesempatan ini, diselenggarakan pula Talkshow Kesehatan Mata bertajuk “Gangguan Penglihatan Warna/Buta Warna pada Anak”. Menghadirkan Dr. dr. Antonia Kartika sebagai narasumber yang mendapat antusiasme dari para peserta untuk bertanya seputar kesehatan mata.
Selain peluncuran buku, acara dimeriahkan dengan lomba mewarnai yang diikuti oleh puluhan peserta yang terbagi dalam dua kategori:
• Kategori A: Tingkat TK A – TK B.
• Kategori B: Siswa kelas 1 – 3 SD.
Seluruh peserta mendapatkan fasilitas penunjang kreativitas seperti crayon dan kertas gambar, serta mendapat voucher kacamata dan voucher pemeriksaan tes buta warna. Hal ini merupakan langkah nyata RS Mata Cicendo dalam memfasilitasi pemeriksaan kesehatan mata bagi masyarakat luas.
Kolaborasi RS Mata Cicendo dan penyedia literasi ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan RS Mata Cicendo dan Gramedia untuk menghadirkan program literasi yang edukatif serta bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Kehadiran buku “NAYAN dan Misteri Warna” diproyeksikan menjadi instrumen penting bagi dunia pendidikan dan kesehatan dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.
Rumah Sakit Mata Cicendo dengan bangga menyelenggarakan Cicendo International Ophthalmology Meeting (CIOM) 2026 dengan tema “Eyes on the Future: Catalyzing Innovation, Collaboration and Research” yang dilangsungkan pada tanggal 18 dan 19 April di Trans Luxury Hotel Bandung, yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS. Acara ini bertujuan untuk mendorong Inovasi, Kolaborasi, dan Penelitian. Pertemuan ini berfungsi sebagai platform bagi para dokter mata, peneliti, dan profesional kesehatan mata di Indonesia dan juga seluruh dunia untuk berbagi informasi ilmiah terkini, inovasi, dan pengalaman klinis.

Dengan hadirnya CIOM ini diharapkan dapat memperkuat tanggung jawab bersama dalam upaya penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 2,2 miliar orang di seluruh dunia saat ini hidup dengan gangguan penglihatan atau kebutaan, dan hampir setengah dari kasus ini dapat dicegah atau tetap tidak ditangani. Penyebab utamanya termasuk gangguan refraksi yang tidak terkoreksi, katarak, glaukoma, retinopati diabetik, penyakit kornea, dan degenerasi makula terkait usia.
Adapun tujuan dari CIOM adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang kebutaan dan gangguan penglihatan di masyarakat, serta kesadaran akan tanggung jawab, khususna di antara para dokter spesialis mata Indonesia. Untuk menyediakan pendidikan kedokteran berkelanjutan bagi dokter spesialis mata Indonesia melalui kuliah ahli, simposium, lokakarya, dan kursus didaktik.
Pertemuan ini menampilkan pembicara nasional dan internasional, juga pameran yang menampilkan perusahaan-perusahaan yang menampilkan produk dan layanan terkini khususnya dalam bidang oftalmologi maupun lainnya. Para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dengan harapan dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari.
PMN RS Mata Cicendo sebagai tuan rumah Seminar ARSAMI
Asosiasi Rumah Sakit Mata Indonesia (ARSAMI) menyelenggarakan Seminar yang dihadiri seluruh anggota di Indonesia dengan tema “Transformasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengalaman Pasien”, dibuka oleh Ketua ARSAMI, Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes yang juga Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo Bandung .
Pada Kegiatan ini hadir para narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, Pengurus ARSAMI, dan juga para praktisi kesehatan.
Para peserta menyambut baik dan antusias mengikuti kegiatan seminar ini karena mengangkat tema menarik khususnya mengenai regulasi atau arah kebijakan yang sedang berkembang saat ini, juga pengalaman praktis di rumah sakit atau di klinik mata.
Semoga dengan hadirnya ARSAMI dapat menjadi wadah koordinasi untuk advokasi kesehatan mata, khususnya dalam kolaborasi dengan regulator seperti Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung mendapatkan kunjungan dari St. Jude Children‘s Research Hospital pada tanggal 10 April 2026, yang diwakili oleh Dr. Mae Concepcion J. Dolendo, MD, MSc.GCH, FPPS, FPSPO sebagai Program Lead, St. Jude Global Asia Pacific dan Andini Handayani, MPH, MA sebagai Program Manager, Asia Pacific Regional Program. RS Mata Cicendo menjadi salah satu rumah sakit yang mendapat kunjungan sebagai “Member Institution” dari St. Jude Global Alliance. Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam membangun kerja sama antara St. Jude Global dengan RS Mata Cicendo, untuk memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Acara yang dilaksanakan di aula gedung C lantai 4 RS Cicendo ini dimulai dengan pemberian plakat penghargaan dari RS Mata Cicendo kepada perwakilan dari ST Jude, dan diteruskan dengan sambutan dari Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes selaku Direktur Utama RS Mata Cicendo Bandung. Dalam sambutannya, dr Antonia sangat berterima kasih atas kolaborasi antara RS Mata Cicendo dan St Jude serta berharap dapat meneruskan kolaborasi dengan banyak hal yang dapat dikembangkan serta bertumbuh dalam hal penanganan kesehatan.
Sementara itu, Dr. Mae Concepcion dalam sambutannya menungkapkan bahwa RS Mata Cicendo melakukan kerja yang sangat bagus dalam hal pelayanan kesehatan mata, terutama dalam pelayanan kesehatan mata anak. Menurut Dr. Mae, Indonesia merupakan negara yang penting untuk program penanganan kanker anak, karena jumlah penduduk anak yang banyak, dengan jumlah diagnosa kanker anak mencapai sekitar 10.000 kasus per tahun, termasuk kanker mata pada anak.
Acara dilanjutkan dengan diskusi yang cukup menarik antara kedua belah pihak, membicarakan tentang pengetahuan serta pelatihan untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan lain. Selain itu pihak RS Mata Cicendo mengajak perwakilan ST Jude untuk hospital tour. RS Mata Cicendo berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pelayanan pasien serta pertukaran pengetahuan dalam bidang kesehatan.
RS Mata Cicendo mengadakan seminar pada hari Senin (23/02). Seminar dengan tema Mengoptimalkan Komunikasi Tenaga Medis dan Paramedis Kepada Pasien ini bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya melakukan komunikasi yang baik oleh tenaga medis dan tenaga keseatan kepada pasien dan keluarganya.
Acara dimulai dengan sambutan oleh dr. Elfa Ali Idrus, Sp.M selaku Direktur SDM, pendidikan dan Penelitian RS Mata Cicendo Bandung. Adapun pemateri seminar adalah Anjari Umarjianto, S. I. Kom, MARS yang merupakan ketua umum PERHUMASRI, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Indonesia.
Menurut beliau, komunikasi yang efektif dan efisien merupakan kunci dari pelayanan kepada pasien. Pasien datang dengan kondisi antrian panjang, waktu konsultasi terbatas, gejala nyeri dan rasa tidak nyaman, cemas dengan diagnosis, cemas terhadap biaya pengobatan, overthingking karena informasi dari internet, takut divonis penyakit berat, kondisi emosional yang rentan.
Maka sering terjadi gap antara dokter dan pasien. Dokter sudah merasa menjelaskan, pasien merasa tidak didengarkan. Masalahnya bukan pada kompetensi tenaga medis atau tenaga kesehatan, masalahnya adalah pengalaman emosional. Seminar yang dihadiri oleh dokter residen, dokter fellowship, serta siswa PKL dari berbagai kampus dan jurusan kesehatan, seperti farmasi, analis kesehatan dan refraksionis optisi. Pada akhir seminar, Anjari menekankan tentang pentingnya sikap tenang dan tidak terpicu emosi ketika menghadapi pasien yang merasa tidak didengarkan.
( oleh : Tim Kerja Hukum dan Humas RS Mata Cicendo)
Sehubungan dengan penerimaan pegawai Refraksionis Optisien penempatan Klinik Mata Cicendo - RS. Bhayangkara Indramayu, kami umumkan daftar peserta yang lulus seleksi dengan rincian sebagaimana terlampir : klik disini
Sehubungan dengan penerimaan pegawai Refraksionis Optisien penempatan Klinik Mata Cicendo - RS. Bhayangkara Indramayu, kami umumkan daftar peserta yang dapat mengikuti proses selanjutnya sebagai berikut :
HASIL SELEKSI ADMINISTRASI REFRAKSIONIS OPTISIEN PENERIMAAN PEGAWAI PMN RS MATA CICENDO BANDUNG TAHUN 2026
Sehubungan dengan penerimaan pegawai Refraksionis Optisien penempatan Klinik Mata Cicendo - RS. Bhayangkara Indramayu, kami umumkan daftar peserta yang dapat mengikuti proses selanjutnya
Pengumuman Penerimaan Refraksionis Optisien Klinik Mata Cicendo - RS. Bhayangkara Indramayu PMN RS Mata Cicendo Bandung
RS Mata Cicendo melaksanakan Rekredensialing BPJS Kesehatan sebagai salah satu persyaratan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama Tahun 2026 dan evaluasi ulang berkala yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan terhadap fasilitas kesehatan untuk memastikan pemenuhan standar kualitas, kelayakan sarana prasarana, kecukupan sumber daya manusia (SDM), serta komitmen pelayanan bagi peserta JKN-KIS.
Acara Rekredensialing dihadiri oleh Tim Rekredensialing yang berasal dari BPJS Kesehatan Cabang Kota Bandung, perwakilan PERSI, dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung, yang diterima di Ruang Rapat Gedung A RS Mata Cicendo.
Selanjutnya dilakukan telusur fasilitas pelayanan kesehatan, baik di area Poliklinik Rawat Jalan, Rawat Inap, maupun area penunjang. Dari hasil penilaian berdasarkan klarifikasi dan telusur, RS Mata Cicendo mendapatkan penilaian yang sangat baik dan sangat direkomendasikan untuk dilakukan perpanjangan PKS BPJS Kesehatan.
Terima kasih atas dukungan Sahabat Mata sehingga RS Mata Cicendo dapat selalu memberikan pelayanan terbaiknya.
#rekredensialing #bpjskesehatan #rsmatacicendo
Menunaikan ibadah Haji dan Umroh merupakan momen spiritual yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Namun sebelum berangkat ke Tanah Suci, setiap calon jamaah dianjurkan untuk melakukan medical check up Haji dan Umroh sebagai bentuk persiapan kesehatan yang penting.
Melalui pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh, jamaah dapat memastikan tubuh dalam kondisi prima sehingga ibadah berjalan dengan lancar, nyaman, dan penuh khusyuk.
Perjalanan Haji dan Umroh bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang membutuhkan stamina dan ketahanan tubuh yang baik. Aktivitas ibadah seperti thawaf, sa’i, dan wukuf memerlukan tenaga serta kondisi kesehatan yang optimal.
Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan jamaah Haji dan Umroh, Anda akan mendapatkan manfaat berikut:
Layanan Medical Check Up Haji dan Umroh di Poli Eksekutif dirancang untuk memberikan pemeriksaan menyeluruh dengan hasil cepat dan akurat. Paket pemeriksaan meliputi:
Seluruh layanan dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan fasilitas yang nyaman dan higienis.
Layanan Medical Check Up Haji dan Umroh tersedia pada:
Setelah pemeriksaan, Anda akan mendapatkan free snack dan minuman sebagai penyegar setelah proses pemeriksaan.
Untuk informasi lebih lanjut atau pendaftaran layanan Medical Check Up Haji dan Umroh, silakan hubungi kontak yang tertera pada flyer diatas atau bagian informasi Poli Eksekutif kami. Tim kami siap memberikan panduan dan penjelasan lengkap agar Anda mendapatkan pelayanan terbaik.
Jangan tunda kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pastikan Anda siap menunaikan ibadah Haji atau Umroh dengan kondisi tubuh terbaik melalui Medical Check Up Haji dan Umroh di Poli Eksekutif.
Dengan pemeriksaan yang tepat, perjalanan ibadah Anda akan terasa lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
Hubungi Poli Eksekutif Rumah Sakit Mata Cicendo untuk pendaftaran dan informasi jadwal pemeriksaan. Siapkan diri Anda untuk beribadah dengan tenang dan sehat bersama kami.
(sumber https://elib.rsmatacicendo.go.id/medical-check-up-haji-dan-umroh/)
Sebagai rangkaian Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2025, PMN RS Mata Cicendo meluncurkan buku "Mata Ayu Cerita Baru" yang bekerja sama dengan Gramedia, dengan sinopsis sebagai berikut : "Ayu dulu anak yang ceria dan penuh semangat. Tapi belakangan, ia sering murung dan susah fokus di kelas. Hingga suatu hari… Ibu Guru menelepon Ibu Ayu. Apa yang sebenarnya terjadi? “Mata Ayu: Cerita Baru” mengajak anak-anak dan orang tua mengenali tanda-tanda gangguan mata, pentingnya periksa ke dokter, dan bahwa kacamata bisa jadi teman baru yang menyenangkan! "
Buku ini ditulis oleh dr. Elfa Ali Idrus, S.Li, SpM dokter spesialis mata dan juga Direktur SDM Pendidikan & Penelitian di Rumah Sakit Mata Cicendo yang terinspirasi langsung dari pengalamannya menangani banyak pasien anak. Konsep ceritanya mengisahkan tentang seorang anak yang biasanya ceria, tiba-tiba menunjukkan perubahan perilaku. Singkat cerita, setelah mendapatkan penanganan yang tepat, si anak kembali menjadi ceria
Menurut dr. Elfa, buku ini untuk menginspirasi orang tua bahwa penurunan prestasi atau perubahan suasana hati anak menjadi tidak ceria, diantaranya disebabkan oleh gangguan penglihatan yang seringkali tidak disadari, karena banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa tajam penglihatan anak mereka telah berkurang. Setelah diperiksa, ternyata ada mata minus atau silinder
Direktur Utama RS Mata Cicendo Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes menyampaikan bahwa salah satu gangguan penglihatan yang banyak terjadi adalah kelainan refraksi, yaitu penglihatan buram akibat tidak memakai kacamata. Anak-anak adalah masa depan Indonesia. Jika penglihatannya buram, bagaimana ia bisa belajar dengan baik. "Mata Ayu, Cerita Baru" ini merupakan yang pertama dalam kolaborasi dengan Gramedia dan diharapkan dapat memicu terbitnya buku-buku serupa dari para dokter lain. Diharapkan dengan terbitnya buku "Mata Ayu, Cerita Baru", RS Mata Cicendo dan Gramedia dapat terus berkolaborasi meningkatkan literasi bangsa dan menyadarkan masyarakat, khususnya orang tua, akan pentingnya deteksi dini kesehatan mata anak. Sebuah langkah awal yang inspiratif untuk memastikan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah dan jelas
Untuk mendapatkan buku ini, dapat mengakses https://rsmatacicendo.go.id/id/informasi-publik/buku-edukasi-cicendo . Yuk, bantu si kecil melihat dunia dengan lebih cerah! . Salam Sehat Mata
RS Mata Cicendo Bandung meraih “Terbaik II Faskes Berkomitmen Kategori FKRTL Khusus” pada acara Pertemuan Peningkatan Komitmen dan Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan Tahun 2025 di Bandung. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kantor Cabang Bandung BPJS Kesehatan kepada Direktur Utama RS Mata Cicendo. Penghargaan diberikan kepada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) terbaik, yang dinilai berkomitmen meningkatkan mutu layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). yang merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi faskes. Dalam memperkuat sinergi pelaksanaan Program JKN.
Penilaian berdasarkan pada sejumlah indikator, seperti kepatuhan terhadap perjanjian kerja sama (PKS), efektivitas pelayanan melalui Supervisi, Buktikan, dan Lihat Langsung (SiBLing), penggunaan antrean online di aplikasi Mobile JKN, implementasi digitalisasi SMART Klaim. Hingga respons terhadap umpan balik peserta melalui fitur KESSAN. Sebagai Pusat Mata Nasional, Rumah Sakit Mata Cicendo terus berupaya dan berkomitmen dalam meningkatkan mutu layanan bagi para pasien termasuk peserta BPJS Kesehatan.
Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029
Visi
Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan
Misi