+62 22 4231280  +62811 2001 005

humas

humas

Rumah Sakit Mata Cicendo dengan bangga menyelenggarakan Cicendo International Ophthalmology Meeting (CIOM) 2026 dengan tema “Eyes on the Future: Catalyzing Innovation, Collaboration and Research” yang dilangsungkan pada tanggal 18 dan 19 April di Trans Luxury Hotel Bandung, yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS. Acara ini bertujuan untuk mendorong Inovasi, Kolaborasi, dan Penelitian. Pertemuan ini berfungsi sebagai platform bagi para dokter mata, peneliti, dan profesional kesehatan mata di Indonesia dan juga seluruh dunia untuk berbagi informasi ilmiah terkini, inovasi, dan pengalaman klinis.


Dengan hadirnya CIOM ini diharapkan dapat memperkuat tanggung jawab bersama dalam upaya penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 2,2 miliar orang di seluruh dunia saat ini hidup dengan gangguan penglihatan atau kebutaan, dan hampir setengah dari kasus ini dapat dicegah atau tetap tidak ditangani. Penyebab utamanya termasuk gangguan refraksi yang tidak terkoreksi, katarak, glaukoma, retinopati diabetik, penyakit kornea, dan degenerasi makula terkait usia.
Adapun tujuan dari CIOM adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang kebutaan dan gangguan penglihatan di masyarakat, serta kesadaran akan tanggung jawab, khususna di antara para dokter spesialis mata Indonesia. Untuk menyediakan pendidikan kedokteran berkelanjutan bagi dokter spesialis mata Indonesia melalui kuliah ahli, simposium, lokakarya, dan kursus didaktik.


Pertemuan ini menampilkan pembicara nasional dan internasional, juga pameran yang menampilkan perusahaan-perusahaan yang menampilkan produk dan layanan terkini khususnya dalam bidang oftalmologi maupun lainnya. Para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dengan harapan dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari.

PMN RS Mata Cicendo sebagai tuan rumah Seminar ARSAMI

Asosiasi Rumah Sakit Mata Indonesia (ARSAMI) menyelenggarakan Seminar yang dihadiri seluruh anggota di Indonesia dengan tema “Transformasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengalaman Pasien”,  dibuka oleh Ketua ARSAMI, Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes yang juga Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo Bandung .
Pada Kegiatan ini hadir para narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, Pengurus ARSAMI, dan juga para praktisi kesehatan.


Para peserta menyambut baik dan antusias mengikuti kegiatan seminar ini karena mengangkat tema menarik khususnya mengenai regulasi atau arah kebijakan yang sedang berkembang saat ini, juga pengalaman praktis di rumah sakit atau di klinik mata.
Semoga dengan hadirnya ARSAMI dapat menjadi wadah koordinasi untuk advokasi kesehatan mata, khususnya dalam kolaborasi dengan regulator seperti Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Pengumuman Penerimaan Refraksionis Optisien Klinik Mata Cicendo - RS. Bhayangkara Indramayu PMN RS Mata Cicendo Bandung


Klik untuk informasi lebih lanjut

RS Mata Cicendo melaksanakan Rekredensialing BPJS Kesehatan sebagai salah satu persyaratan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama Tahun 2026 dan evaluasi ulang berkala yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan terhadap fasilitas kesehatan untuk memastikan pemenuhan standar kualitas, kelayakan sarana prasarana, kecukupan sumber daya manusia (SDM), serta komitmen pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

Acara Rekredensialing dihadiri oleh Tim Rekredensialing yang berasal dari BPJS Kesehatan Cabang Kota Bandung, perwakilan PERSI, dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung, yang diterima di Ruang Rapat Gedung A RS Mata Cicendo.

Selanjutnya dilakukan telusur fasilitas pelayanan kesehatan, baik di area Poliklinik Rawat Jalan, Rawat Inap, maupun area penunjang. Dari hasil penilaian berdasarkan klarifikasi dan telusur, RS Mata Cicendo mendapatkan penilaian yang sangat baik dan sangat direkomendasikan untuk dilakukan perpanjangan PKS BPJS Kesehatan.

Terima kasih atas dukungan Sahabat Mata sehingga RS Mata Cicendo dapat selalu memberikan pelayanan terbaiknya.

#rekredensialing #bpjskesehatan #rsmatacicendo

Sebagai rangkaian Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2025, PMN RS Mata Cicendo meluncurkan buku "Mata Ayu Cerita Baru"  yang bekerja sama dengan Gramedia, dengan sinopsis sebagai berikut : "Ayu dulu anak yang ceria dan penuh semangat. Tapi belakangan, ia sering murung dan susah fokus di kelas. Hingga suatu hari… Ibu Guru menelepon Ibu Ayu. Apa yang sebenarnya terjadi?  “Mata Ayu: Cerita Baru” mengajak anak-anak dan orang tua mengenali tanda-tanda gangguan mata, pentingnya periksa ke dokter, dan bahwa kacamata bisa jadi teman baru yang menyenangkan! "

Buku ini ditulis oleh dr. Elfa Ali Idrus, S.Li, SpM dokter spesialis mata dan juga Direktur SDM Pendidikan & Penelitian di Rumah Sakit Mata Cicendo yang terinspirasi langsung dari pengalamannya menangani banyak pasien anak. Konsep ceritanya mengisahkan tentang seorang anak yang biasanya ceria, tiba-tiba menunjukkan perubahan perilaku. Singkat cerita, setelah mendapatkan penanganan yang tepat, si anak kembali menjadi ceria

Menurut dr. Elfa, buku ini untuk menginspirasi orang tua bahwa penurunan prestasi atau perubahan suasana hati anak menjadi tidak ceria, diantaranya disebabkan oleh gangguan penglihatan yang seringkali tidak disadari, karena banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa tajam penglihatan anak mereka telah berkurang. Setelah diperiksa, ternyata ada mata minus atau silinder  

 

Direktur Utama RS Mata Cicendo Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes menyampaikan bahwa salah satu gangguan penglihatan yang banyak terjadi adalah kelainan refraksi, yaitu penglihatan buram akibat tidak memakai kacamata. Anak-anak adalah masa depan Indonesia. Jika penglihatannya buram, bagaimana ia bisa belajar dengan baik.  "Mata Ayu, Cerita Baru" ini merupakan yang pertama dalam kolaborasi dengan Gramedia dan diharapkan dapat memicu terbitnya buku-buku serupa dari para dokter lain. Diharapkan dengan  terbitnya buku "Mata Ayu, Cerita Baru", RS Mata Cicendo dan Gramedia dapat terus berkolaborasi meningkatkan literasi bangsa dan menyadarkan masyarakat, khususnya orang tua, akan pentingnya deteksi dini kesehatan mata anak. Sebuah langkah awal yang inspiratif untuk memastikan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah dan jelas

 

Untuk mendapatkan buku ini, dapat mengakses  https://rsmatacicendo.go.id/id/informasi-publik/buku-edukasi-cicendo . Yuk, bantu si kecil melihat dunia dengan lebih cerah! .  Salam Sehat Mata

 

World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia yang diperingati setiap hari Kamis minggu kedua di bulan Oktober setiap tahunnya.  Tahun 2025 ini peringatannya jatuh pada tanggal 9 Oktober 2025. Hari Penglihatan Sedunia 2025 diperingati saat ini melalui Aksi Kolaboratif untuk Implementasi Peta Jalan Kesehatan Mata 2025–2030.  Acara penting ini menunjukkan kemitraan yang luar biasa antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Mata Cicendo, WHO Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berkomitmen untuk memajukan kesehatan mata di seluruh Indonesia. Salah satu momen penting adalah penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama, yang menegaskan kembali komitmen bersama untuk meningkatkan akses layanan refraksi dan memastikan penyediaan alat bantu penglihatan yang terjangkau dan mudah diakses di seluruh negeri.

  

 

Untuk memperkuat pesan kesehatan mata bagi semua, peringatan dilanjutkan dengan kampanye Hari Penglihatan Sedunia yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit Mata Cicendo dengan melakukan kampanye kesehatan mata. Rangkaian acara Peringatan Hari Penglihatan Sedunia yang dilaksanakan RS Mata Cicendo tahun ini diantaranya berbagai workshop, skrining refraksi dan pemberian kacamata, aksi kolaborasi implementasi peta jalan upaya kesehatan penglihatan (Inisiatif WHO SPECS 2030), Campaign World Sight Day, Skrining Pemeriksaan Baksos Katarak, dan Launching Buku Cerita Anak Cicendo-Gramedia, juga kegiatan terkait lainnya.

Launching Layanan Amblyopia Center
Terapi Amblyopia (mata malas) dengan Virtual Reality (VR)

Bandung – Rabu, 23 Juli 2025. Amblyopia Center yang merupakan layanan kesehatan mata yang khusus menangani gangguan penglihatan mata malas pada anak, hadir di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo bertepatan pada peringatan Hari Anak Nasional 2025. Launching layanan ini diresmikan oleh Dewan Pengawas, Fahma Sari Fatma. Peresmian dilaksanakan di Aula Gedung B lantai 4 dan pengguntingan pita di Aesthetic Eye Care & Dry Eye Clinic Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, yang mengundang pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung.


Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadikan terapi mata malas bisa dengan metode selain tutup mata yaitu permainan, dimana merangsang mata yang malas tersebut untuk menjadi lebih aktif dengan bermain game menggunakan virtual reality (VR). Permainan tersebut dirancang sendiri oleh RS Mata Cicendo dan alat tersebut diberi nama AmblyoVR dan menjadi yang Pertama di Indonesia.  Permainan yang dirancang oleh RS Mata Cicendo, yaitu membuat suatu objek yang hanya dapat dilihat oleh mata yang malas saja dan anak tersebut harus mengenai objek tersebut, kemudian akan dilihat perkembangan penglihatan dari mata malas tersebut. Latihan bermain game ini lebih efektif dilakukan 8 kali namun RS Mata Cicendo membuat paket menjadi 4-4 dan setiap 4 kali latihan, dokter akan memeriksa dan melihat perkembangannya. Terapi ini hanya dapat digunakan bagi anak yang memiliki keluhan satu mata malas saja. Sedangkan jika anak memiliki amblyopia di kedua matanya maka terapi menggunakan metode lain. Amblyopia atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai mata malas adalah kondisi dimana salah satu mata tidak berkembang dengan baik. Kondisi ini terjadi sejak anak- anak dan disebabkan oleh berbagai hal seperti mata juling, ukuran kacamata yang besar dan tidak terkoreksi dengan baik, ukuran lensa kacamata yang besar dan gangguan yang menutupi aksis visual. Tujuan dari terapi amblyopia ini adalah melatih mata yang lemah agar kembali aktif dan
digunakan oleh otak. Prinsip dari terapi itu sendiri berfokus pada 3 (tiga) hal yakni: 

  1. menghilangkan penyebab hambatan penglihatan seperti katarak bawaan atau kelopak mata yang turun agar jalur visual tidak terhalan
  2. memberi koreksi kacamata yang tepat dan optimal sesuai kebutuhan refraksi masing- masing mata;
  3. memaksa mata amblyopia untuk lebih atif bekerja.


Anak-anak yang memiliki kelainan mata malas harus segera ditangani sejak dini, jika tidak, dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Untuk itu, sangat penting memeriksakan mata anak secara rutin. Dengan hadirnya Amblyopia Center di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Jl Cicendo No. 4 Bandung, diharapkan penderita amblyopia khususnya anak-anak dapat memperoleh penanganan yang tepat dan efektif, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat.  

(Dipublikasikan oleh: Tim Kerja Hukum & Humas PMN RS Mata Cicendo)

 

Transformasi kesehatan Indonesia memiliki 6 pilar utama yang saling mendukung: Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan. Pilar-pilar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pemerataan akses, dan ketahanan sistem kesehatan secara keseluruhan.

Dalam mendukung hal tersebut, Pusat Mata Nasional (PMN) Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai Rumah Sakit Vertikal dibawah Kementerian Kesehatan RI melakukan transformasi diantaranya dengan mewujudkan adanya klinik utama mata di wilayah Garut sebagai Unit Pelaksana Fungsional (UPF) PMN RS Mata Cicendo Bandung.

UPF Klinik Utama Mata Cicendo Garut Jalan Patriot hadir lebih dulu di Kabupaten Garut sejak Januari 2023. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya Garut dan sekitarnya.

Pada Hari Selasa, 29 April 2025 Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU meresmikan UPF Klinik Utama Mata Cicendo Garut II  di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) No 275 Garut, di lokasi yang lebih luas dan nyaman dengan pelayanan rawat jalan, tindakan rawat jalan, laboratorium sederhana, elektro diagnostik, farmasi, optik, dan kamar bedah. 

Bakti Sosial Pemberian Kacamata Gratis bagi Anak Sekolah juga dilakukan bersamaan dengan peresmian ini, dimana hal ini sebagai salah satu upaya penanggulangan gangguan penglihatan khususnya bagi anak-anak usia sekolah demi masa depannya.

Semoga dengan hadirnya UPF Klinik Utama Mata Cicendo Garut II ini dapat membantu masyarakat khususnya warga Garut dan sekitarnya dalam memeriksakan kesehatan matanya, dan dapat mendukung upaya menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan.

PMN RS Mata Cicendo memiliki visi Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan, ke depan RS Mata Cicendo akan terus mengembangkan sayap dengan mendirikan pelayanan kesehatan mata di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Salam Sehat Mata


(oleh : Tim Kerja Hukum dan Humas – PMN RS Mata Cicendo)

Visi dan Misi

Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029

Visi

Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan

Misi

  1. Memperbaiki fasilitas pendukung dan waktu tunggu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien
  2. Meningkatkan produktivitas kerja dengan melakukan perbaikan sistem remunerasi, pelatihan dan pengembangan karir yang berkeadilan
  3. Standarisasi pelayanan dengan Panduan Praktek Klinis (PPK) dan clinical pathway
  4. Memperbaiki sistem, proses dan manajemen operasional rumah sakit secara efektif dan efisien melalui digitalisasi pelayanan
  5. Mengampu rumah sakit daerah untuk turut serta dalam peningkatan kapabilitas jaringan rumah sakit dalam skala nasional secara merata
  6. Meningkatkan kemampuan penyelenggaraan pendidikan dan penelitian untuk mendukung pengembangan layanan berbasis riset

 

Visitor

Today43
Yesterday23
This week146
This month167
Total2591272

Who Is Online

1
Online

 

Jl. Cicendo No. 4, Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat - 40117

Instalasi SIMRS 2022 © Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. All Rights Reserved.