+62 22 4231280 +62811 2001 005
PENGUMUMAN LELANG TRAFO KE 2 TANGGAL 18 NOVEMBER 2021
Lelang Bongkaran akibat dari Renovasi BMN berupa:
Transformator Tegangan Menengah UNINDO Primer 630 KVA (Cu) Sekunder 633 KVA (Cu)/3/53 Hz/4% (Trafo)
Infomasi : Pengumuman Lelang Online
Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai “the silent killer karena sering tanpa keluhan. Hipertensi menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.
Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg pada lebih dari 1(satu) kali kunjungan.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sisanya tidak terdiagnosis.
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Erwinanto, Sp. JP(K), FIHA mengatakan kalau seseorang menderita hipertensi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
“Setiap peningkatan darah 20/10 mm Hg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 2 kali lebih tinggi,” katanya pada konferensi pers Hari Hipertensi Sedunia secara virtual, Kamis (6/5).
Hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih), obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres. Keberhasilan mengontrol tekanan darah mencapai target terbukti menurunkan kejadian stroke sebesar 30-40% dan kejadian penyakit jantung koroner sebesar 20%.
Konsumsi garam harus diperhatikan, dianjurkan 5 sampai 6 gram perhari. Sayangnya dalam praktek sehari-hari seseorang tidak pernah menghitung berapa banyak konsumsi garam.
Selain mengonsumsi garam, kiat sehat untuk menurunkan hipertensi harus dilakukan. Erwinanto menyarankan untuk perbanyak makan sayur, buah, sedikit lemak jenuh, ikan, dan sedikit gula. Hal itu harus diiringi dengan berolahraga secara teratur 30 menit per hari.
Perlu Dikontrol
Jika seseorang mengalami hipertensi, maka upaya yang harus dilakukan adalah mengontrol tekanan darah. Masyarakat diimbau melakukan cek tekanan darah di fasilitas kesehatan terdekat.
Kalau pasien yang sudah hipertensi diharapkan segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengontrol hipertensi.
“Kalau individu itu sudah mendapatkan obat dan sudah tahu tekanan darahnya harus diturunkan berapa maka selanjutnya minum obat terus walaupun tekanan darahnya sudah mencapai target.
Hipertensi adalah penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan. Jadi kalau seseorang tekanan darahnya sudah mencapai target bukan berarti dia sembuh, tapi terkontrol. Kalau sudah terkontrol maka diharapkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, risikonya akan menurun.
“Yang penting kalau kita bisa mengontrol tekanan darah maka risiko untuk terjadinya stroke dan kematian akibat stroke akan turun 30 sampai 40%,” ucap Erwinanto.
Upaya pemerintah untuk mengelola hipertensi di masyarakat dengan promosi kesehatan, deteksi dini, dan penanganan kasus. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr. Cut Putri Arainie mengatakan yang paling penting adalah mencegah dari faktor resiko.
“Begitu ada faktor risiko segera ubah perilaku, karena kalau sudah ada penyakit tidak menular termasuk hipertensi itu hanya bisa dikontrol sepanjang usia, sepanjang itu juga dia harus patuh minum obat sesuai anjuran dokter,” kata dr. Cut.
Hari Hipertensi Sedunia
Hari Hipertensi Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Mei. Tema Global Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2021 ini adalah “Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer”. Indonesia mengadopsi dengan tema : “Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat untuk Hidup Sehat Lebih Lama”.
Tema ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Masyarakat diimbau melakukan pengukuran tekanan darah secara mandiri atau di fasilitas pelayanan kesehatan secara berkala minimal 1 bulan sekali.
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular menyelenggarakan “Gerakan Pengukuran Tekanan Darah Secara Mandiri” selama Bulan Mei 2021 melalui website https://cegahhipertensi.top
Melalui website tersebut, seseorang dapat mengetahui kategori tekanan darah dengan menginput data tekanan darah sebelumnya. Tak hanya itu, di dalamnya juga berisi informasi dan edukasi terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat (drg. Widyawati, MKM)
- LELANG SCRAPT EX PERALATAN MESIN (1 PAKET)
Infomrasi : Klik Pengumuman Lelang
- LELANG 1 UNIT BONGKARAN BERUPA TRAFO (1 UNIT)
Infomrasi : Klik Pengumuman Lelang
- LELANG 1 PAKET BONGKARAN GEDUNG D, GEDUNG G, DAN GEDUNG B DAN PAVILLIUN LT 1 (1 PAKET)
Infomrasi : Klik Pengumuman Lelang
Lelang online, 22 Juli 2020 dan batas jaminan terakhir 21 Juli 2020
Infomasi : Pengumuman Lelang Online
Sahabat Mata, Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai Pusat Mata Nasional yang berkiprah lebih dari satu abad memiliki dokter spesialis mata yang kompeten atau ahli dibidangnya seperti Vitreoretina, Neuro Oftalmologi, Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus, Glaukoma, Katarak Bedah Refraktif, Infeksi dan Imunologi, Rekonstruksi Okuloplasti dan Onkologi, Refraksi Low Vision dan Lensa Kontak, juga Oftalmologi Komunitas.
SYARAT DAN KETENTUAN
• Peserta Vaksin WAJIB telah terdaftar & memiliki kode Tiket Vaksin di pedulilindungi.id (yang tidak memiliki tidak akan dilayani)
• Daftarkan secara online melalui link
• Usia 12-17 tahun (kategori anak/remaja), & Usia minimal 18 tahun (dewasa)
• Informasi waktu pelaksanaan vaksinasi akan diberitahukan melalui Whatsapp (WA) atau SMS
• Membawa fotokopi KTP (semua domisili), menunjukan bukti tiket vaksin, & menunjukan bukti pemberitahuan melalui WA atau SMS pada petugas di lokasi vaksinasi
• Datang sesuai waktu yang ditentukan & membawa balpoin
• Menggunakan baju longgar di area lengan atas untuk memudahkan pemberian vaksinasi
• Datang menggunakan masker medis dengan kondisi sehat, ibu hamil (usia kehamilan diatas 12 minggu), dan membawa surat keterangan kelayakan di vaksin dari dokter untuk peserta yang memiliki penyakit tertentu
• Penyelenggara berhak menolak bila peserta vaksin tidak memenuhi persyaratan, & pendaftaran ditutup bila kuota telah terpenuhi
PEMGUMUMAN PENERIMAAN PEGAWAI KONTRAK, HARIAN LEPAS DAN TENAGA RELAWAN
Untuk Informasi Penerimaan dapat di lihat pada link di bawah ini :
1. Penerimaan Pegawai KOntrak dan Harian Lepas Klik Disini
2. Penerimaan Tenaga Relawan Klik Disini
TATA CARA RESERVASI/PENDAFTARAN PASIEN KONTROL REGULER DAN PAVILIUN SECARA ONLINE MELALUI SMS/Whatsapp DAN ANDROID/WEB:
SEJARAH

Rumah Sakit Mata Cicendo yang beralamat di Jalan Cicendo No. 4 Bandung, Jawa Barat, diresmikan pada tanggal 3 Januari 1909 dengan nama Koningen Wilhemina Gathuis voor Ooglijders dengan Direktur pertama Dr. C.H.A. Westhoff. Pelayanan yang diberikan saat itu adalah pelayanan rawat jalan, rawat inap dan kegiatan operasi. Tahun 1930, mulai melakukan kegiatan pelayanan luar gedung (outreach) ke daerah sekitar Bandung, seperti Sumedang, Tanjungsari, Congeang, Darmaraja, Situraja, dan Legok.
Tahun 1942 – 1945 berperan sebagai Rumah Sakit Umum. Sejak tahun 1961 berperan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.Tahun 1976 menjadi Pusat Kegiatan Bank Mata dan Pusat Kegiatan Hari Kesehatan Sedunia dengan tema Pencegahan Kebutaan. Tahun 1977 – 1979 menjadi Kantor Riset untuk Pencegahan Defisiensi Vitamin A berkolaborasi dengan AFOB dan Departemen Kesehatan. Tahun 1978 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe C oleh Departemen Kesehatan. Tahun 1992 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe B Non Pendidikan.
Tahun 2000 terakreditasi 5 pelayanan. Tahun 2005 terakreditasi 12 pelayanan. Tahun 2006 terakreditasi A untuk Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Tahun 2007 menjadi Rumah Sakit Khusus Kelas A dan menjadi Rumah Sakit dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU).
Tahun 2009 ditetapkan sebagai PUSAT MATA NASIONAL.
Tahun 2014 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan terakreditasi Tingkat Paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dan kembali mendapat Akreditasi Paripurna pada Tahun 2017.
Tahun 2020, ditetapkan sebagai Rumah Sakit Terakreditasi Internasional
Tahun 2022 terakreditasi Paripurna

Perjalanan Singkat PMN RS Mata Cicendo :
| Pengantar |
Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029
Visi
Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan
Misi