Setiap orangtua yang mempunyai anak selalu mengharapkan anaknya dalam kondisi sehat, namun terdapat anak lain yang spesial dengan penyandang kanker. Kemoterapi merupakan salah satu modalitas terapi yang dilakukan oleh dokter ahli kelainan darah dan kanker, selain dari tata laksana kanker yang dilakukan dokter lain seperti pembedahan, laser, atau radiasi yang lebih dikenal dengan terapi sinar. Anak dengan penyandang kanker akan dilakukan kemoterapi sesuai dengan penyakit yang mendasarinya. Tingkat keberhasilan terapi tergantung pada jenis kanker dan stadium saat kanker di diagnosis.
Terdapat beberapa hal yang akan dokter lakukan sebelum pemberian kemoterapi:
- Pemberian informasi dan persetujuan tindakan Dokter akan menerangkan kepada orangtua mengenai hal-hal apa saja yang telah dilakukan sehingga sampai pada simpulan diagnosis kanker, stadium penyakit dan rencana kemoterapi yang akan dilakukan. Pada tahap ini umumnya dokter akan memperlihatkan regimen atau jadwal kemoterapi sehingga orangtua dapat mengerti berapa lama kurang lebih kemoterapi akan dilakukan, obat apa saja yang akan diberikan, serta jarak antar siklus.
- Efek samping dan efek simpang Efek samping obat adalah efek obat yang dapat terjadi setelah pemberian obat kemoterapi. Hal ini dapat merupakan perbaikan pada kondisi klinis pasien, sedangkan efek simpang adalah efek kemoterapi yang tidak diharapkan. Efek simpang kemoterapi yang sering meresahkan orangtua adalah rambut rontok. Banyak orangtua mempertanyakan bila dilakukan kemoterapi bagaimana dengan kondisi rambut anak saya setelahnya, apakah akan kembali tumbuh rambut dan sebagainya. Rambut rontok adalah salah satu efek simpang dari beberapa efek yang mungkin terjadi. Selain itu anak dapat juga mengeluhkan adanya mual muntah, dan tidak nafsu makan. Hal ini dapat diantisipasi dengan pemberian obat anti muntah sebelum diberikan kemoterapi. Efek simpang yang lain dapat terjadi tergantung obat yang diberikan karena setiap obat kemoterapi mempunyai
efek simpang yang berbeda-beda. Pemberian informasi efek simpang ini termasuk dalam informasi yang akan diberikan dokter sebelum diberikan kemoterapi. Ibu dan Bapak harus bertanya sebanyak-banyaknya sebelum dilakukan kemoterapi sehingga siap untuk melakukan persetujuan tindakan. - Anak yang sedang diberikan kemoterapi akan mudah sekali terkena infeksi, sehingga menjadi kewajiban orangtua untuk menjaga kesehatan nya sepanjang jadwal diberikan kemoterapi. Bila terkena infeksi ringan seperti batuk, pilek, panas badan, atau diare disarankan untuk dibawa ke dokter terdekat.
- Nutrisi pada anak penyandang kanker sebaiknya diperhatikan oleh orangtua. Hindari makanan dengan pengawet, makanan beku dan siap saji. Disarankan untuk menghidangkan makanan dalam kondisi baru atau fresh sehingga kandungan nutrisi dapat diserap dengan baik. Perbanyak jus atau buah untuk menghilangkan rasa mual.
- Sebelum kemoterapi, perawat di ruangan akan memberikan penjelasan kembali. Perawat yang melakukan kemoterapi merupakan perawat yang telah terlatih. Tanyakan kembali hal-hal terkait anak yang Ibu dan Bapak rasa kurang jelas. Obat kemoterapi diracik di ruang steril oleh farmasi sitostatika. Pemberian kemoterapi seperti halnya pemberian infus pada anak saat sakit, tidak ada yang berbeda. Saat pemberian kemoterapi pun anak dapat bermain seperti biasa, tidur, menonton televisi atau melakukan aktivitas lainnya.
- Pendampingan orangtua oleh psikolog dan konselor sangat penting. Hal ini dilakukan karena pendampingan psikis orangtua dengan penyandang kanker bukan seperti sakit anak pada umumnya. Orangtua sangat berperan pada tingkat keberhasilan terapi. Kerjasama antar orangtua, dokter, perawat, dan petugas lainnya akan dapat menentukan tingkat kepatuhan dan prognosis pasien.
Penyandang kanker anak tidak berbeda dengan anak lainnya. Mereka mempunyai hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang optimal seperti anak lainnya selain juga mencapai tingkat kualitas hidup yang baik. Dapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai kemoterapi yang akan dilakukan, pilihlah tim dokter yang kompeten dengan kerjasama dan komunikasi yang dapat terjalin dua arah, sehingga hal yang terakhir dapat dilakukan oleh orangtua adalah berpasrah dan berdoa, karena kesembuhan penyakit adalah semata-mata karena kehendak Allah SWT.
(oleh : Anne Susanty, dr, Sp.A(K), M.Kes – Dokter Anak Konsultan Hematologi Onkologi PMN RS Mata Cicendo)
