Fisiologi Persepsi Visual
Willy Agung Rustyawan, dr / dr. Dianita Veulina Ginting, Sp.M
PMN RS Mata Cicendo Bandung / Ilmu Kesehatan Mata FK UNPAD
I. Pendahuluan
Sistem penglihatan merupakan aspek fungsi fisiologis yang penting untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Ruang lingkup penglihatan meliputi pencahayaan, sensitivitas kontras, persepsi warna, persepsi kedalaman, dan persepsi gerak yang semuanya terintegrasi sebagai persepsi visual. Kortek visual merupakan pusat dari proses interpretasi komponen persepsi visual.1-3
Persepsi visual merupakan suatu proses akhir pengolahan respon sensorik yang diterima oleh retina di korteks visual. Beberapa kelainan persepsi visual antara lain kesulitan dalam interpretasi objek, warna, jarak dan benda yang bergerak. Pemahaman kelainan persepsi visual penting karena mempengaruhi kualitas hidup.1,4,5
Sistem penglihatan menghasilkan informasi visual dengan persepsi yang berbeda meliputi gerakan, warna, dan kedalaman. Individu dengan kelainan persepsi visual dapat mengeluhkan sulitnya mengenali objek, menentukan warna, menentukan jarak, atau melihat benda bergerak.6-8 Tujuan sari kepustakaan ini untuk memahami komponen-komponen dalam proses persepsi visual.
I. Fisiologi Persepsi Visual
Proses visual merupakan kemampuan untuk mengenali objek dan mengelola informasi objek tersebut. Proses visual terdiri dari beberapa tahap antara lain menentukan lokasi objek, pembedaan antar objek, pengenalan objek, pengidentifikasian objek, serta penunjukan lokasi spasial. Proses visual memiliki peran pada pergerakan, pola, dan warna benda serta integrasi informasi objek dalam input visual. Hasil proses visual penting untuk seorang individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya.8-10
Persepsi visual merupakan hasil konversi korteks visual otak dengan menafsirkan sinar cahaya dari lingkungan yang difokuskan pada makula retina. Aspek utama persepsi visual yaitu, ketajaman visual, penglihatan warna, penglihatan malam, persepsi gerakan, dan persepsi kedalaman. Spektrum cahaya merupakan spektrum elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 390 nm dan 750 nm. Retina memiliki fungsi menerima spektrum cahaya oleh fotoreseptor retina, yaitu sel batang dan sel kerucut.5,11,12
Fotoreseptor retina merupakan bagian retina yang sensitif terhadap rangsangan cahaya. Sel batang dan sel kerucut merupakan bagian fotoreseptor dari retina yang memiliki perbedaan pada morfologi, pigmen, dan distribusi. Fotoreseptor sel batang sensitif terhadap visualisasi dalam cahaya redup atau skotopik, sedangkan sel kerucut sensitif terhadap cahaya terang atau fotopik.6,13,14
KLIK LINK ARTIKEL SELENGKAPNYA
