10%-15% dari anak-anak Sekolah Dasar memiliki penglihatan buruk, salah satu penyebabnya adalah mata minus yang tidak terkoreksi.
Apa itu mata minus?
Mata minus yang dalam istilah kedokteran disebut Myopia atau rabun jauh adalah kondisi dimana objek yang letaknya jauh terlihat buram, namun objek yang letaknya dekat dapat terlihat jelas.
Penyebabnya adalah ketika cahaya masuk ke dalam mata titik fokusnya jatuh di depan retina (Fovea). Supaya cahaya dapat jatuh tepat di titik Fovea, dapat diberikan lensa minus pada kacamata. Lensa minus membuat sinar sejajar dibiaskan lebih jauh, sehingga titik fokus bisa jatuh tepat di Fovea.
Ilustrasi mata minus dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Sumber : Feti, Sesy dkk. Pediatrik Oftalmologi dalam Praktik Sehari-hari
Apa Penyebab Mata Minus?
Myopia terjadi karena adanya pemanjangan bola mata atau pertumbuhan bola mata lebih cepat dari yang seharusnya. Faktor yang berpengaruh terhadap kondisi ini adalah genetik (diturunkan dari orang tua) dan juga faktor lingkungan.
Bila salah satu orang tua memiliki mata minus maka anak berpotensi tiga kali lipat menjadi mata minus, tetapi bila kedua orang tua memiliki mata minus maka anak berpotensi enam kali lipat menjadi mata minus.
Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan mata minus atau mempercepat penambahan mata minus adalah kebiasaan seseorang terlalu lama bekerja dengan penglihatan dekat. Penglihatan jarak dekat yang dimaksud diantaranya adalah membaca, menggambar, berada di depan layar komputer, laptop, tablet atau telepon genggam.
Mata anak masih tumbuh dan berkembang, sehingga jika mata minus terjadi pada anak yang lebih kecil dari 7 tahun, maka pertumbuhan myopia akan lebih cepat karena pada masa ini mata sedang berkembang pesat.
Apa gejala seorang anak yang memiliki mata minus?
Gejala utama mata minus adalah penglihatan jauh buram, namun pada anak yang lebih kecil biasanya belum mengerti buram, sehingga anak tidak mengeluh. Tanda lainnya yang orang tua harus tahu adalah sering memicingkan mata, memiringkan kepala, serta selalu mendekat ke objek yang ingin dilihat. Anak dengan mata minus biasanya akan sering menonton televisi dalam jarak dekat dan sering maju ke depan kelas untuk melihat papan tulis. Lebih jauh lagi, prestasi mereka akan turun karena sulit mengikuti pelajaran sekolah.
Bagaimana mencegah atau memperlambat berkembangnya mata minus?
- Temukan gejala dini mata minus dan berikan kacamata segera
- Kurangi “screen time”, dalam sehari tidak lebih dari 2-3 jam bekerja dengan penglihatan dekat apapun
- Ketika menggunakan gawai (komputer, laptop, telefon genggam) pastikan posisi duduk dengan baik serta mengikuti aturan 20 – 20 – 20 (setiap 20 menit istirahat 20 detik untuk melihat jauh 20 kaki/6 meter)
- Perbanyak aktivitas luar gedung (outdoor) sedikitnya 90 menit setiap hari, hal ini akan mengurangi risiko terjadinya mata minus
Bagaimana jika anak sudah menderita Mata Minus?
- Pakai Kacamatanya
- Kontrol teratur untuk pemeriksaan refraksi dan bila perlu penggantian kacamata
- Tetap hindari pekerjaan dekat (screentime) dalam waktu lama
- Istirahat cukup
- Makan makanan bergizi
(oleh Dr. Feti Karfiati, dr., SpM(K), MKes & Sesy Caesarya, dr., SpM(K) - Dokter Mata Sub Spesialis Pediatrik Oftalmologi, PMN RS Mata Cicendo)
