+62 22 4231280  +62811 2001 005

Tuesday, 18 March 2025

Retinopathy of Prematurity (ROP)

Rate this item
(0 votes)

Apa itu ROP?

Retinopathy Of Prematurity (ROP) adalah kelainan pembuluh darah retina yang dapat terjadi pada bayi prematur. Pembuluh darah retina tumbuh sempurna pada usia 40 minggu kehamilan. Pada kondisi kelahiran prematur, perkembangan vaskular retina tersebut tidak berjalan sempurna.

Siapa saja yang berisiko terkena ROP?

Bayi dengan berat badan lahir ≤ 1500 gram atau usia gestasi ≤ 34 minggu dan bayi yang memiliki faktor risiko : mendapat suplementasi oksigen dalam waktu lama dengan konsentrasi tinggi,  gangguan pernafasan, gangguan jantung, terdapat riwayat transfusi darah dan infeksi berat (sepsis).

Bagaimana Cara Mengenali ROP?

ROP tidak bergejala. Bila sudah ada gejala kemungkinan ROP sudah stadium lanjut. ROP hanya bisa dikenali dengan deteksi dini yang dilakukan oleh dokter spesialis mata terlatih dengan peralatan khusus proses ini dinamakan skrining ROP.

Mengapa Perlu Dilakukan Skrining ROP?

ROP menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada bayi. ROP memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan. Tidak semua kejadian ROP berbahaya, sebagian bersifat ringan dan tidak membutuhkan penanganan. Pada stadium ROP lanjut, dapat menyebabkan lepasnya lapisan retina yang akan menyebabkan kebutaan.

Kapan harus dilakukan skrining ROP?

Pada bayi yang lahir kurang dari 30 minggu, pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan 4 minggu setelah lahir. Bayi yang lahir lebih dari 30 minggu pemeriksaan dapat dilakukan 2 minggu setelah lahir. Setiap bayi prematur harus dilakukan skrining ROP minimal satu kali. 

Bagaimana Penanganan bayi dengan ROP?

Tidak semua kasus ROP membutuhkan terapi. Pada kasus retina imatur atau kondisi ringan dapat mengalami regresi spontan Pada ROP stadium lanjut, terapi harus dilakukan dengan cepat. Modalitas terapi : laser, krioterapi, injeksi intravitreal anti-VEGF, dan operasi vitrektomi pada kasus lanjut.

Apa saja efek jangka panjang ROP pada mata?

Bayi dengan ROP memiliki risiko tinggi untuk terjadinya mata juling, ambliopia, gangguan refraksi khususnya miopia, katarak, dan glaukoma. ROP stadium lanjut dapat mengakibatkan kebutaan. Untuk mendeteksi hal tersebut perlu dilakukan pemeriksaan berkala pada bayi dengan riwayat prematur.

(oleh dr. Sesy Caesarya, SpM(K) - KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus)

Read 3497 times Last modified on Tuesday, 18 March 2025
Login to post comments

Visi dan Misi

Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029

Visi

Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan

Misi

  1. Memperbaiki fasilitas pendukung dan waktu tunggu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien
  2. Meningkatkan produktivitas kerja dengan melakukan perbaikan sistem remunerasi, pelatihan dan pengembangan karir yang berkeadilan
  3. Standarisasi pelayanan dengan Panduan Praktek Klinis (PPK) dan clinical pathway
  4. Memperbaiki sistem, proses dan manajemen operasional rumah sakit secara efektif dan efisien melalui digitalisasi pelayanan
  5. Mengampu rumah sakit daerah untuk turut serta dalam peningkatan kapabilitas jaringan rumah sakit dalam skala nasional secara merata
  6. Meningkatkan kemampuan penyelenggaraan pendidikan dan penelitian untuk mendukung pengembangan layanan berbasis riset

 

Visitor

Today62
Yesterday23
This week165
This month186
Total2591291

Who Is Online

1
Online

 

Jl. Cicendo No. 4, Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat - 40117

TI & SIRS 2021 © Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. All Rights Reserved.