+62 22 4231280 +62811 2001 005
Select a news topic from the list below, then select a news article to read.
BANK MATA INDONESIA (BMI) ATAU PERKUMPULAN PENYANTUN MATA TUNA NETRA INDONESIA(PPMTI)
BMI atau PPMTI adalah organisasi social kemasyarakatan yang bergerak di bidang kemanusiaan,yang bertujuan mencegah kebuataan dan mengusahakan pemulihan penglihatan tuna netra melalui pencangkokan kornea
DONOR (PEMBERI KORNEA)
Adalah orang yang sewaktu hidupnya telah dengan sukarela menyerahkan matanya bila kelak meninggal dunia,untuk digunakan pada pencangkokkan kornea bagi orang yang membutuhkan(resipien)
Klik untuk unduh Artikel atau Publikasi Kesehatan Mata :
- Buku Edukasi The World is Bright Save Your Sight
- Buku Edukasi Mengenal Katarak
- Buku Edukasi Ayo Cegah Covid
- Retinoblastoma (Warta Yankes)
- Lembar Edukasi Kesehatan Mata
- Buku Edukasi Bahaya Narkoba & Miras Bagi Mata
- Buku Edukasi Diabetes & Mata
- Buku Edukasi PGP Nasional Katarak
- Buku Edukasi Retinopati Diabetika
- Buku Edukasi Rujukan Berjenjang BPJS Kesehatan
Klik untuk melihat Indikator Mutu (sumber : Komite Mutu)
Indikator Mutu Wajib Nasional Semester I Tahun 2020
Indikator Mutu KEPATUHAN KEBERSIHAN TANGAN Januari 2019 sd Oktober 2019
Hasil Pelaksanaan Survei Kepuasan Pelanggan melalui
Penyusunan Indeks/Survei Kepuasan Masyarakat
Di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo

Rumah Sakit Mata Cicendo diresmikan pada tanggal 3 Januari 1909 dengan nama Koningen Wilhemina Gathuis voor Ooglijders dan direktur pertamanya C.H.A. Westhoff. Pelayanan yang diberikan saat itu adalah pelayanan rawat jalan, rawat inap dan kegiatan operasi. Tahun 1930, mulai melakukan kegiatan pelayanan luar gedung (outreach) ke daerah sekitar Bandung, seperti Sumedang, Tanjungsari, Congeang, Darmaraja, Situraja, dan Legok.
Tahun 1942 – 1945 berperan sebagai Rumah Sakit Umum. Sejak tahun 1961 berperan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.Tahun 1976 menjadi Pusat Kegiatan Bank Mata dan Pusat Kegiatan Hari Kesehatan Sedunia dengan tema Pencegahan Kebutaan. Tahun 1977 – 1979 menjadi Kantor Riset untuk Pencegahan Defisiensi Vitamin A berkolaborasi dengan AFOB dan Departemen Kesehatan. Tahun 1978 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe C oleh Departemen Kesehatan. Tahun 1992 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe B Non Pendidikan.
Tahun 2000 terakreditasi 5 pelayanan. Tahun 2005 terakreditasi 12 pelayanan. Tahun 2006 terakreditasi A untuk Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Tahun 2007 menjadi Rumah Sakit Khusus Kelas A dan menjadi Rumah Sakit dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU).
Tahun 2009 ditetapkan sebagai PUSAT MATA NASIONAL.
Tahun 2014 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan terakreditasi Tingkat Paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Rumah Sakit Mata Cicendo yang telah ditetapkan sebagai Pusat Mata Nasional melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 059 Tahun 2009 mempunyai tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat Indonesia mulai dari Aceh sampai dengan Papua. Sebagai PMN, tanggung jawab tersebut bukan saja terletak pada kiprah pelayanan semata melainkan mencakup kemampuan rumah sakit dalam penelitian dan pengembangan ilmu kesehatan mata.
PMN Rumah Sakit Mata Cicendo yang meraih Akreditasi Rumah Sakit Versi Tahun 2012 dengan kelulusan “ Paripurna “, berdiri diatas lahan seluas 11.750 m2 memiliki pelayanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat mata, kamar bedah dan pelayanan penunjang. Pelayanan rawat jalan sendiri terdiri dari rawat jalan regular dan paviliun dengan produk pelayanan unggulan : Katarak & Bedah Refraktif, Vitreo Retina, Pediatrik Oftalmologi, Lasik dan Oftalmologi Komunitas. Untuk pelayanan rawat inap tersedia kapasitas tempat tidur berjumlah 104, sesuai dengan Keputusan Direktur Utama PMN Rumah Sakit Mata Cicendo nomor HK.00.07/I.1/2126/2014 Tentang Penetapan Jumlah Tempat Tidur Rawat Inap PMN PMN Rumah Sakit Mata Cicendo telah ditetapkan sebagai berikut : Ruang Anggrek 12 tempat tidur (11,54%), Ruang Bougenville 28 tempat tidur (26,92%), Ruang Cempaka 21 tempat tidur ( 20,2%) dan Ruang Dahlia 43 tempat tidur (41,35%).
| Sejarah | Direksi & Struktur Organisasi |Visi Misi |
Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029
Visi
Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan
Misi