+62 22 4231280  +62811 2001 005

Tatalaksana Kegagalan Filtrasi Pasca Trabekulektomi pada Pasien Glaukoma Sekunder Sudut Terbuka

Rate this item
(0 votes)

Tatalaksana Kegagalan Filtrasi Pasca Trabekulektomi pada Pasien Glaukoma Sekunder Sudut Terbuka

Rahayu Widhyasti, dr / Dr. dr. Andika Prahasta, SpM (K), MKes

 

Komplikasi pasca tindakan trabekulektomi dibagi menjadi komplikasi dini dan komplikasi lambat. Salah satu komplikasi lambat yang dapat terjadi adalah gagalnya filtrasi pada bleb. Kegagalan filtrasi hingga menyebabkan Tekanan Intraokular (TIO) meningkat paling sering terjadi 1- 6 bulan setelah operasi dan 10-20% pasca trabekulektomi. Saluran buatan pasca trabekulektomi antara bilik mata depan dengan rongga subkonjungtiva diharapkan dapat menurunkan TIO dengan adanya filtrasi humor akuos melewati saluran ini. Humor akuos keluar melalui bleb dengan dua mekanisme, yaitu filtrasi transkonjungtival dan penyerapan melalui vena episklera. Tanda-tanda kegagalan filtrasi pasca trabekulektomi antara lain berkurangnya tinggi bleb, meningkatnya ketebalan dinding bleb yang berasal dari terbentuknya jaringan parut pada flap dalam rongga subkonjungtiva (encapsulated bleb), terbentuknya vaskularisasi pada bleb, dan meningkatnya TIO.

Tindakan bleb needling merupakan salah satu tatalaksana pada kondisi kegagalan filtrasi pasca  trabekulektomi. Prinsip dari tindakan ini adalah menghilangkan jaringan fibrosis yang terbentuk dengan Teknik invasif yang minimal sehingga filtrasi dapat berfungsi dengan baik. Tindakan bleb needling disertai dengan penggunaan anti-fibrotik 5-fluorouracil (5-FU) atau mitomycin-C (MMC) yang dikemukakan dapat meningkatkan angka kesuksesan bleb needling.

Faktor risiko terjadinya kegagalan filtrasi antara lain kondisi uveitis, Neovascular Glaucoma (NVG), pasca tindakan bedah, pseudofakia, afakia, dan ras hitam. Beberapa gejala awal terjadinya kegagalan filtrasi pascatrabekulektomi antara lain meningkatnya TIO secara bertahap setelah 2-4 minggu pasca operasi, meningkatnya vaskularisasi pada bleb, dan pendataran bleb dengan menghilangnya microcyst. Dibandingkan dengan tindakan trabekulekomi kedua atau penggunaan Drainage Tube Implantation (GDD), bleb needling atau transconjungtival needle revision merupakan tindakan yang sederhana untuk mengembalikan aliran humor akuos melalui sklerektomi yang sudah ada  sebelumnya ke dalam ruang subkonjungtiva sehingga TIO dapat menurun.

Tindakan bleb needling atau transconjungtival needle revision memiliki keuntungan minimal tindakan bedah dan manipulasi serta control yang baik oleh operator. Tindakan ini disertai dengan pemberian anti-fibrotik (MMC atau 5-FU) yang berfungsi untuk mencegah proliferasi fibroblast pada ruang subkonjungtiva dan kapsul tenon sehingga TIO dapat menurun.

Read 1088 times Last modified on Selasa, 02 November 2021 10:34
Login to post comments

Visi dan Misi

Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029

Visi

Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan

Misi

  1. Memperbaiki fasilitas pendukung dan waktu tunggu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien
  2. Meningkatkan produktivitas kerja dengan melakukan perbaikan sistem remunerasi, pelatihan dan pengembangan karir yang berkeadilan
  3. Standarisasi pelayanan dengan Panduan Praktek Klinis (PPK) dan clinical pathway
  4. Memperbaiki sistem, proses dan manajemen operasional rumah sakit secara efektif dan efisien melalui digitalisasi pelayanan
  5. Mengampu rumah sakit daerah untuk turut serta dalam peningkatan kapabilitas jaringan rumah sakit dalam skala nasional secara merata
  6. Meningkatkan kemampuan penyelenggaraan pendidikan dan penelitian untuk mendukung pengembangan layanan berbasis riset

 

Visitor

Today56
Yesterday23
This week159
This month180
Total2591285

Who Is Online

2
Online

 

Jl. Cicendo No. 4, Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat - 40117

Instalasi SIMRS 2022 © Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. All Rights Reserved.