+62 22 4231280 +62811 2001 005
WHO meningkatkan status Covid-19 secara global menjadi pandemic, sementara di Indonesia statusnya sudah menjadi Bencana Nasional non Alam. Masyarakat dibuat khawatir dan banyak yang ingin melakukan tes corona.
Padahal tes corona ada waktunya, tidak bisa dilakukan kapan pun untuk mencegah terjadinya penularan,
Pengumuman Lelang Kendaraan Mobil :
- Pengumuman Lelang Kendaraan Minibus
- Pengumuman Lelang Kendaraan Ambulance
PENATALAKSANAAN EKSOTROPIA INTERMITEN DENGAN MIOPIA GRAVIOR
Eksotropia intermiten merupakan salah satu kelainan strabismus yang paling sering terjadi dengan perkiraan sebanyak 0.5%-1% dari seluruh penduduk di Cina. Kelainan ini dapat terjadi pada anak maupun dewasa. Angka kejadian eksotropia di Asia Selatan diperkirakan meningkat sebesar 7-18,5 kali dibandingkan dengan kejadian esotropia dan sebanyak 63% dengan tipe eksotropia intermiten. Gejala utama dari eksotropia yaitu adanya deviasi ke arah luar melibatkan satu mata atau kedua mata terutama pada saat melihat jarak jauh. Eksotropia dapat terjadi pada keadaan mata lelah, sakit, atau saat melamun. Sebanyak 80% eksotropia intermiten secara progresif mengalami kehilangan kontrol fusi dan deviasi eksotropia akan terutama pada pasien usia dewasa.
Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029
Visi
Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan
Misi