Link Informasi : https://virtual-ciom.com/
+62 22 4231280 +62811 2001 005
Link Informasi : https://virtual-ciom.com/
Tatalaksana Visual Axis Opacification Pasca Operasi Katarak Anak
Nuzul Rianti, dr / Dr. dr. Irawati Irfani, SpM(K), MKes
Katarak merupakan penyebab 7,4%-15,3% kebutaan pada anak yang dapat dicegah. Insidensi katarak pada anak berkisar antara 1,8 sampai 3,6/10.000 per tahun dan prevalensinya antara 3 hingga 6/10.000 kelahiran hidup. Beberapa faktor spesifik pada anak seperti inflamasi pasca operasi yang lebih tinggi, pertambahan panjang aksial, kalkulasi kekuatan lensa intraokular (LIO), glaukoma sekunder, kekeruhan kapsul posterior, pembentukan membran, dan ambliopia dapat menghambat tajam penglihatan yang optimal pasca operasi katarak sehingga tatalaksana pasca operasi dilakukan dengan hati-hati dan jangka panjang.
Visual axis opacification (VAO), disebut juga kekeruhan kapsul posterior, merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pasca operasi katarak anak. Angka kejadian VAO mencapai hampir 100% setelah operasi katarak pada anak. Meskipun angka kejadian VAO dapat berkurang secara signifikan setelah dilakukan kapsulotomi posterior primer dengan vitrektomi anterior, insidensi VAO pada anak dibawah 1 tahun masih tinggi hingga 70,8%, sehingga hal ini dapat mempengaruhi pemulihan fungsi visual pasca operasi pada anak. Penatalaksanaan VAO harus segera dilakukan untuk mengurangi kejadian ambliopia deprivatif.
Tatalaksana Disgenesis Segmen Anterior
Nadya Beatrix Yohanna Napitupulu, dr / dr. Mayasari Wahyu Kuntorini, SpM (K), MKes.
Disgenesis segmen anterior adalah sebuah spektrum kelainan yang mempengaruhi perkembangan segmen anterior mata yang meliputi kornea, iris, badan siliar, dan lensa yang jarang terjadi namun dapat mengancam penglihatan.
Malformasi atau kegagalan pembentukan segmen anterior bola mata terjadi saat proses organogenesis pada minggu ketiga hingga kedelapan kehamilan dapat dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan sehingga menyebabkan tidak lengkap atau tidak terbentuknya struktur bola mata. Disgnenesis segmen anterior mencakup antara lain embriotoxon posterior, sindroma Axenfeld-Rieger, Peters anomaly, sindroma Peters plus, glaukoma kongenital primer, aniridia, distrofi endotel herediter kongenital, distrofi posterior kornea polimorphus, sklerokornea, megalokornea, sindroma iridokornea endothelial, sindroma iridogoniodisgenesis, sindroma ektropion iris kongenital, dan keratokonus posterior.
Pengumuman Kelulusan Penerimaan Pegawai Kontrak TA 2021
Pengumuman Kelulusan Penerimaan Pegawai Kontrak TA 2021
Visi dan Misi Tahun 2025 - Tahun 2029
Visi
Rumah Sakit Bertaraf Level Asia yang Memiliki Pelayanan Mata Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan
Misi