Print this page
Rabu, 28 Mei 2025 10:41

Mengenal Retinopathy of Prematurity (ROP)

Rate this item
(1 Vote)

ROP merupakan kelainan pembuluh darah retina yang dapat terjadi pada bayi prematur. Kelainan ini merupakan salah satu penyebab kebutaan yang dapat dicegah pada bayi serta memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan. Angka kejadian ROP meningkat seiring dengan perkembangan teknologi untuk merawat bayi prematur. Seiring dengan meningkatnya angka kehidupan bayi prematur, maka kejadian ROP dapat meningkat.

Pembuluh darah retina tumbuh sempurna pada usia 40 minggu kehamilan. Pada kondisi prematur, perkembangan vaskular retina tersebut tidak berjalan dengan sempurna. Tidak semua kejadian ROP berbahaya, sebagian bersifat ringan dan tidak membutuhkan penanganan. Pada stadium ROP lanjut,  dapat menyebabkan lepasnya lapisan retina yang akan menyebabkan kebutaan. Bayi yang berisiko terkena ROP Bayi yang berisiko mengalami ROP adalah bayi dengan berat badan lahir ≤ 1500 gram atau usia gestasi ≤ 34 minggu, serta bayi prematur yang memiliki faktor risiko seperti mendapat suplementasi oksigen dalam jangka waktu lama dengan konsentrasi tinggi, memiliki riwayat gangguan pernafasan, gangguan jantung, terdapat riwayat transfusi darah dan mengalami infeksi berat atau sepsis. 

Cara mengenali ROP Kondisi ROP ini tidak bergejala, bila sudah ada gejala berupa pupil putih atau leukocoria kemungkinan sudah terjadi ROP stadium lanjut. ROP hanya bisa dikenali dengan deteksi dini yang dilakukan oleh dokter spesialis mata terlatih dengan peralatan khusus. Proses pemeriksaan tersebut dinamakan skrining ROP. Langkah pemeriksaan pertama adalah mendilatasi pupil dengan penetesan obat tertentu. Pemeriksaan tidak dapat dilakukan jika pupil belum berdilatasi sempurna. Selanjutnya bayi akan diperiksa menggunakan indirect ophthalmoscope dengan bantuan spekulum mata dan indentasi sklera jika dibutuhkan. Tempat pemeriksaan dapat dilakukan di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) atau di poliklinik. Pemanfaatan fotografi digital untuk retina (RetCam) dapat dipertimbangkan untuk melengkapi skrining ROP.

Berikut adalah gambaran retina normal dan gambaran retina pada ROP berbagai stadium

Stadium ROP
Kapan harus dilakukan skrining ROP? Pada bayi yang lahir kurang dari 30 minggu, pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan 4 minggu setelah lahir. Sedangkan bayi yang lahir lebih dari 30 minggu pemeriksaan dilakukan 2 minggu setelah lahir. Setiap bayi prematur harus dilakukan skrining ROP minimal satu kali. Jadwal pemeriksaan lanjutan dibuat berdasarkan derajat ROP saat dilakukan skrining. Penanganan bayi dengan ROP Tidak semua kasus ROP membutuhkan terapi, pada kasus retina imatur atau kondisi ringan dapat mengalami regresi spontan, namun pada ROP stadium lanjut, terapi harus dilakukan dengan cepat. Modalitas terapi yang dapat diberikan kepada bayi prematur yang mengalami ROP yaitu, fotokoagulasi laser, krioterapi, penyuntikan anti-VEGF, dan operasi vitrektomi pada kasus lanjut.

Komplikasi yang dapat terjadi pada mata akibat ROP
Bayi dengan ROP memiliki risiko tinggi untuk kejadian kondisi okular lainnya seperti strabismus, ambliopia, gangguan refraksi khususnya miopia, katarak, dan glaukoma, sehingga harus dilakukan pemeriksaan oftalmologi secara berkala.

(oleh : dr. Sesy Caesarya, SpM(K) - Dokter Mata Sub Spesialis Pediatrik Oftalmologi & Strabismus PMN RS Mata Cicendo)

Read 6510 times Last modified on Rabu, 28 Mei 2025 11:35
Login to post comments